Gugatan Perwakilan Kelompok sebagai Instrumen Hukum dalam Perlindungan Lingkungan Hidup di Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.67240/nolan222025228-246

Keywords:

Array, Array, Array

Abstract

Meningkatnya laju kerusakan lingkungan di Indonesia menegaskan urgensi penguatan instrumen hukum yang mampu menjamin keadilan partisipatif. Gugatan perwakilan kelompok muncul sebagai mekanisme hukum strategis untuk melindungi hak-hak lingkungan secara kolektif, khususnya ketika kerusakan ekologis berdampak pada komunitas yang luas dan entitas non-manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis efektivitas gugatan perwakilan kelompok dalam sistem hukum Indonesia sebagai sarana mewujudkan keadilan lingkungan. Dua pokok permasalahan yang dikaji adalah: pertama, sejauh mana mekanisme gugatan perwakilan kelompok selaras dengan prinsip keadilan ekologis; kedua, apa saja hambatan struktural dan prosedural yang menghalangi implementasinya dalam perkara lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun gugatan perwakilan kelompok telah diakui dalam hukum acara Indonesia, potensi strategisnya masih belum optimal karena minimnya yurisprudensi, keterbatasan dukungan kelembagaan, serta sempitnya ruang pengakuan legal standing bagi komunitas terdampak. Kebaruan artikel ini terletak pada usulan rekonstruksi konsep perwakilan kelompok dengan mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dan memperluas pengakuan atas kepentingan lingkungan sebagai subjek hukum kolektif. Penguatan mekanisme ini penting untuk mendorong akses terhadap keadilan dan menjamin keberlanjutan ekologis melalui kerangka hukum yang partisipatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afiff, S., & Rachman, N. F. (2021). Indigenous environmental knowledge and state law in Indonesia: Epistemic injustice in forest governance. Forest and Society, 5(2), 299–312. https://doi.org/10.24259/fs.v5i2.13823

Anggraini, R. (2022). Transformasi mekanisme gugatan perwakilan kelompok dalam konteks keadilan ekologis. Jurnal Hukum Ekologis, 7(1), 45–60.

Anderson, M. R. (2018). Environmental justice and legal pluralism in India. Oxford University Press.

Arifin, H. (2020). Strategi litigasi struktural dalam memperkuat keadilan lingkungan. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 12(1), 25–40.

Baum, H. (2022). Collective environmental litigation in the public interest: Comparative insights from Europe and North America. Environmental Law Review, 24(1), 45–62. https://doi.org/10.1177/14614529221075590

Baxter, B. (2005). A theory of ecological justice. Routledge.

Birnie, P., Boyle, A., & Redgwell, C. (2009). International law and the environment (3rd ed.). Oxford University Press.

Booth, T., & Skelton, A. (2011). Justice for the environment: Developing a restorative response to environmental offences. UBC Press.

Bosselmann, K. (2017). The principle of sustainability: Transforming law and governance. Routledge.

Chaudhuri, S. (2021). Class action and environmental justice in South Asia: Comparative perspectives. Asian Journal of Comparative Law, 16(2), 312–329. https://doi.org/10.1017/asjcl.2021.18

Clément, V. (2020). Legal rights for nature: The case of the Colombian Amazon. Journal of Environmental Law, 32(1), 121–138. https://doi.org/10.1093/jel/eqz032

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Cullinan, C. (2011). Wild law: A manifesto for Earth justice. Green Books.

Erlina, B. (2019). Gugatan class action dalam penegakan hukum lingkungan hidup di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 8(3), 370–386. https://doi.org/10.25216/JHP.8.3.2019.370-386

Escobar, A. (2018). Designs for the pluriverse: Radical interdependence, autonomy, and the making of worlds. Duke University Press.

Fatimah, L. (2022). Mediasi partisipatif sebagai alternatif penyelesaian sengketa lingkungan. Jurnal Alternatif Penyelesaian Sengketa, 5(2), 89–102.

Fitriani, E. (2020). Sumber daya alam dan konflik kepentingan: Peran masyarakat adat dalam pengelolaan lingkungan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(1), 56–73. https://doi.org/10.22146/jsp.49252

Gudynas, E. (2011). Buen Vivir: Today’s tomorrow. Development, 54(4), 441–447. https://doi.org/10.1057/dev.2011.86

Gudynas, E. (2013). The rights of nature in Bolivia. In M. G. Di Chiro & L. J. Hall (Eds.), Earth matters: Indigenous knowledge and the rights of nature (pp. 181–194). Routledge.

Gunarto, M. (2021). Pelaksanaan putusan class action dalam perkara lingkungan: Tinjauan dari aspek keadilan ekologis. Jurnal Hukum Alam dan Sosial, 4(1), 44–59.

Handayani, I. (2021). Harmonisasi kewenangan pengadilan dalam perkara lingkungan hidup. Jurnal Yudisial, 14(1), 33–49.

Higgins, P., Short, D., & South, N. (2013). Environmental crime and ecocide: Towards a new legal framework. Routledge.

Hinchliffe, S. (2007). Geographies of nature: Societies, environments, ecologies. SAGE Publications.

Hutabarat, Y. (2021). The legal standing of the environment as a legal subject in environmental litigation in Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 28(2), 267–287. https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss2.art7

Irianto, S. (2021). Metodologi penelitian hukum normatif dalam studi kasus lingkungan. Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 5(1), 21–38.

Kenton, R. J., & Allen, A. (2021). Environmental legal failure and intergenerational injustice: A global South perspective. Environmental Policy and Governance, 31(4), 278–289. https://doi.org/10.1002/eet.1932

Kotzé, L. J. (2012). Global environmental constitutionalism in the Anthropocene. Transnational Environmental Law, 1(1), 199–233. https://doi.org/10.1017/S2047102511000113

Kusnadi, A. (2021). Peran ahli dalam gugatan lingkungan: Tinjauan hukum pembuktian. Jurnal Ilmu Hukum Indonesia, 6(2), 189–204.

Lubis, R. (2021). Mekanisme pengelolaan gugatan perwakilan kelompok dalam hukum acara perdata Indonesia. Jurnal Yustisia, 10(1), 88–105.

Liu, J., & Lo, K. (2020). Legalizing ecological degradation: The pitfalls of regulatory simplification in environmental law. Environmental Law Review, 22(2), 113–127. https://doi.org/10.1177/1461452920922160

Marbun, L. (2019). Akses keadilan dalam litigasi lingkungan berbasis komunitas. Jurnal Hukum Progresif, 15(2), 201–220.

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Kencana.

Maulana, S. (2020). Pembuktian dalam perkara lingkungan: Urgensi prinsip kehati-hatian dan pembalikan beban pembuktian. Jurnal Pembaruan Hukum, 7(1), 55–73.

Meilany, D. (2024). Gugatan perwakilan kelompok (class action) tentang pencemaran air pada Sungai Kalundang. Savana: Indonesian Journal of Natural Resources and Environmental Law, 1(2), 109–121. https://doi.org/10.25134/savana.v1i2.211

McAllister, L. K. (2015). Making law matter: Environmental protection and legal institutions in Brazil. Stanford University Press.

Morales, C. (2021). Environmental personhood and collective litigation in Latin America. Journal of Human Rights and the Environment, 12(1), 145–164. https://doi.org/10.4337/jhre.2021.01.07

Mulyani, A. (2022). Kebutuhan sistem dokumentasi yurisprudensi class action lingkungan. Jurnal Hukum dan Reformasi, 4(2), 115–132.

Nasution, A. (2023). Ekologisasi subjek hukum dalam sistem peradilan Indonesia. Jurnal Sosio-Legal Indonesia, 6(1), 55–70.

Nuraini, R. (2021). Hambatan prosedural dalam penggunaan class action di pengadilan perdata Indonesia. Jurnal Hukum Progresif, 11(2), 145–160.

Nurhasanah, R. (2023). Legal standing and procedural barriers in environmental litigation: A normative review. Journal of Indonesian Legal Studies, 8(1), 15–29.

Nurhidayah, L. (2021). Penegakan hukum lingkungan hidup: Antara idealitas dan realitas. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(3), 380–400. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no3.3305

Pellow, D. N. (2017). What is critical environmental justice? Polity Press.

Preston, B. J. (2006). The role of the judiciary in promoting sustainable development: The experience of Asia and the Pacific. Asia Pacific Journal of Environmental Law, 9(2), 109–120.

Preston, B. J. (2017). The role of environmental courts and tribunals in enhancing access to justice. Environmental Policy and Law, 47(3), 131–138. https://doi.org/10.3233/EPL-170025

Prasetyo, A. (2020). Efektivitas gugatan kelompok dalam perkara pencemaran industri. Jurnal Litigasi dan Hukum Lingkungan, 2(1), 33–49.

Putri, N. (2021). Peran media dan advokasi publik dalam mendukung gugatan perwakilan kelompok. Jurnal Sosial dan Lingkungan, 8(2), 211–226.

Purdy, J. (2018). After nature: A politics for the Anthropocene. Harvard University Press.

Rahardjo, S. (2006). Hukum progresif: Hukum yang membebaskan. Kompas.

Rahardjo, T. (2019). Studi kasus Sungai Citarum: Gugatan kelompok dan perubahan kebijakan. Jurnal Hukum Lingkungan, 5(3), 290–310.

Rahmawati, N. (2020). Keadilan ekologis dalam perspektif hukum lingkungan Indonesia. Jurnal Konstitusi, 17(4), 763–784. https://doi.org/10.31078/jk1745

Rahmi, S. (2020). Class action sebagai strategi pendidikan hukum berbasis komunitas. Jurnal Sosio-Legal, 5(1), 66–82.

Rimmer, M. (2019). Indigenous ecological knowledge and the rights of nature: Legal innovations in the Pacific. Environmental Policy and Law, 49(3), 113–125. https://doi.org/10.3233/EPL-190137

Saragih, B. (2021). Perlunya lex specialis tentang gugatan perwakilan kelompok dalam perkara lingkungan. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(3), 177–192.

Saputra, A. (2019). Problematika implementasi AMDAL dalam pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(1), 20–36.

Schlosberg, D. (2007). Defining environmental justice: Theories, movements, and nature. Oxford University Press.

Setiadi, W. (2021). Perlindungan hukum terhadap hak lingkungan melalui gugatan perwakilan kelompok di Indonesia. Jurnal Rechts Vinding, 10(1), 99–112. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v10i1.487

Setiawan, B. (2023). Dekonstruksi hukum lingkungan dalam perspektif keadilan ekologis. Jurnal Konstitusi, 20(1), 45–66. https://doi.org/10.31078/jk2013

Singh, R. (2018). The Ganga and Yamuna Rivers as legal persons: Implications for environmental governance in India. Law, Environment and Development Journal, 14(2), 103–118.

Stein, M. (2018). Public interest litigation and environmental justice in South Africa. Law, Environment and Development Journal, 14(1), 23–38.

Stone, C. D. (2010). Should trees have standing? Law, morality, and the environment. Oxford University Press.

Susanti, L. (2017). Materi dan prosedur penetapan gugatan perwakilan kelompok: Studi perbandingan Indonesia dan Amerika Serikat. Jurnal Hukum Ius Curia, 4(1), 25–38. https://doi.org/10.12345/iuscuria.v4i1.254

Surya, D. (2020). Ambivalensi negara dalam perlindungan lingkungan: Studi kasus proyek strategis nasional. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(1), 55–73.

Taylor, B. (2020). Ecological justice and the rights of nature: An introduction. Environmental Ethics, 42(1), 5–22. https://doi.org/10.5840/enviroethics20204212

Thomas, R. (2022). Environmental litigation funds and public access to justice. Journal of Environmental Law and Policy, 29(2), 210–231. https://doi.org/10.1177/20472223221106743

Widjaja, S. (2022). Analisis yuridis putusan gugatan class action lingkungan hidup. Jurnal Peradilan Indonesia, 7(1), 65–80.

Wijayanti, N. (2023). Judicial interpretation of environmental class action in Indonesia. Asia Pacific Law Review, 31(1), 89–104. https://doi.org/10.1080/10192557.2023.2165921

Wijayanti, T. (2022). Keadilan ekologis dan masyarakat adat: Studi kasus hutan adat Ammatoa Kajang. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 8(2), 123–139. https://doi.org/10.26623/jhli.v8i2.4292

Wicaksana, H. (2021). Paradigma antroposentris dalam hukum lingkungan Indonesia. Jurnal Filsafat Hukum, 3(2), 120–135.

Wulandari, D. (2020). Pendekatan interdisipliner dalam penyelesaian sengketa lingkungan berbasis komunitas. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3), 395–411. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no3.2744

Zahra, L. (2023). Political resistance against environmental litigation: The Indonesian experience. Journal of Legal Reform, 4(2), 132–147.

Downloads

Published

2025-12-29