Paradigma Keadilan Ekologis dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam: Kritik terhadap Pendekatan Eksploitatif di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.67240/nolan222025261-278Keywords:
Array, Array, ArrayAbstract
Paradigma keadilan ekologis muncul sebagai respons kritis terhadap tata kelola sumber daya alam yang eksploitatif di Indonesia, yang selama ini lebih menekankan keuntungan ekonomi daripada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran dari pendekatan antroposentris menuju kerangka kerja ekosentris dalam pengelolaan sumber daya alam, dengan menekankan pentingnya keadilan bagi alam sebagai kewajiban hukum dan moral. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana paradigma keadilan ekologis dapat menjadi alternatif transformatif terhadap pendekatan hukum dan kebijakan yang bersifat ekstraktif. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan konseptual dan filosofis, studi ini mengkritisi fondasi hukum yang masih melanggengkan kerusakan lingkungan. Temuan menunjukkan bahwa kerangka regulasi di Indonesia belum mengakui alam sebagai subjek hukum yang memiliki hak, sehingga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan secara sistemik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada tawaran rekonstruksi tata kelola sumber daya alam berdasarkan prinsip-prinsip keadilan ekologis—yang menekankan keadilan antar-generasi, nilai intrinsik ekosistem, dan hak partisipatif komunitas terdampak. Dengan membayangkan ulang hukum melalui lensa ekosentris, studi ini mengusulkan model keadilan yang tidak hanya melindungi kepentingan manusia, tetapi juga menjamin keberlangsungan sistem ekologis.
Downloads
References
Afiff, S., & Rachman, N. F. (2021). Indigenous environmental knowledge and state law in Indonesia: Epistemic injustice in forest governance. Forest and Society, 5(2), 299–312. https://doi.org/10.24259/fs.v5i2.13823
Anderson, M. R. (2018). Environmental justice and legal pluralism in India. Oxford University Press.
Baxter, B. (2005). A theory of ecological justice. Routledge.
Birnie, P., Boyle, A., & Redgwell, C. (2009). International law and the environment (3rd ed.). Oxford University Press.
Booth, T., & Skelton, A. (2011). Justice for the environment: Developing a restorative response to environmental offences. UBC Press.
Bosselmann, K. (2017). The principle of sustainability: Transforming law and governance. Routledge.
Clément, V. (2020). Legal rights for nature: The case of the Colombian Amazon. Journal of Environmental Law, 32(1), 121–138. https://doi.org/10.1093/jel/eqz032
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Cullinan, C. (2011). Wild law: A manifesto for Earth justice. Green Books.
Escobar, A. (2018). Designs for the pluriverse: Radical interdependence, autonomy, and the making of worlds. Duke University Press.
Fitriani, E. (2020). Sumber daya alam dan konflik kepentingan: Peran masyarakat adat dalam pengelolaan lingkungan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(1), 56–73. https://doi.org/10.22146/jsp.49252
Gudynas, E. (2011). Buen Vivir: Today’s tomorrow. Development, 54(4), 441–447. https://doi.org/10.1057/dev.2011.86
Gudynas, E. (2013). The rights of nature in Bolivia. In M. G. Di Chiro & L. J. Hall (Eds.), Earth matters: Indigenous knowledge and the rights of nature (pp. 181–194). Routledge.
Higgins, P., Short, D., & South, N. (2013). Environmental crime and ecocide: Towards a new legal framework. Routledge.
Hinchliffe, S. (2007). Geographies of nature: Societies, environments, ecologies. SAGE Publications.
Hutchison, C. (2014). The Whanganui River as legal person: Human environmental ethics. Alternatives Journal, 40(3), 10–13.
Kenton, R. J., & Allen, A. (2021). Environmental legal failure and intergenerational injustice: A global South perspective. Environmental Policy and Governance, 31(4), 278–289. https://doi.org/10.1002/eet.1932
Kotzé, L. J. (2012). Global environmental constitutionalism in the Anthropocene. Transnational Environmental Law, 1(1), 199–233. https://doi.org/10.1017/S2047102511000113
Liu, J., & Lo, K. (2020). Legalizing ecological degradation: The pitfalls of regulatory simplification in environmental law. Environmental Law Review, 22(2), 113–127. https://doi.org/10.1177/1461452920922160
Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Kencana.
McAllister, L. K. (2015). Making law matter: Environmental protection and legal institutions in Brazil. Stanford University Press.
Mulyani, M., & Purba, L. (2021). Kontroversi hukum lingkungan dalam omnibus law dan implikasinya terhadap perlindungan ekologis. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(4), 330–348.
Nurhidayah, L. (2021). Penegakan hukum lingkungan hidup: Antara idealitas dan realitas. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(3), 380–400. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no3.3305
Pellow, D. N. (2017). What is critical environmental justice? Polity Press.
Preston, B. J. (2006). The role of the judiciary in promoting sustainable development: The experience of Asia and the Pacific. Asia Pacific Journal of Environmental Law, 9(2), 109–120.
Purdy, J. (2018). After nature: A politics for the Anthropocene. Harvard University Press.
Rahardjo, S. (2006). Hukum progresif: Hukum yang membebaskan. Kompas.
Rimmer, M. (2019). Indigenous ecological knowledge and the rights of nature: Legal innovations in the Pacific. Environmental Policy and Law, 49(3), 113–125. https://doi.org/10.3233/EPL-190137
Saputra, A. (2019). Problematika implementasi AMDAL dalam pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(1), 20–36.
Schlosberg, D. (2007). Defining environmental justice: Theories, movements, and nature. Oxford University Press.
Setiawan, B. (2023). Dekonstruksi hukum lingkungan dalam perspektif keadilan ekologis. Jurnal Konstitusi, 20(1), 45–66. https://doi.org/10.31078/jk2013
Singh, R. (2018). The Ganga and Yamuna Rivers as legal persons: Implications for environmental governance in India. Law, Environment and Development Journal, 14(2), 103–118.
Soekanto, S. (1986). Pengantar penelitian hukum. UI Press.
Stone, C. D. (2010). Should trees have standing? Law, morality, and the environment. Oxford University Press.
Taylor, B. (2020). Ecological justice and the rights of nature: An introduction. Environmental Ethics, 42(1), 5–22. https://doi.org/10.5840/enviroethics20204212
Wijayanti, T. (2022). Keadilan ekologis dan masyarakat adat: Studi kasus hutan adat Ammatoa Kajang. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 8(2), 123–139. https://doi.org/10.26623/jhli.v8i2.4292










