Analisis Kepekaan Masyarakat terhadap Kawasan Konservasi Penyu di Desa Serangan, Bali
DOI:
https://doi.org/10.67240/jkp212025145-152Kata Kunci:
Array, Array, Array, ArrayAbstrak
Kawasan konservasi penyu di Desa Serangan, Bali memiliki nilai ekologis dan sosial budaya yang tinggi sehingga keberhasilan pengelolaan kawasan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepekaan masyarakat terhadap kawasan konservasi penyu beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 364 responden yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat kepekaan yang tinggi karena adanya keterlibatan dalam kegiatan konservasi, seperti penangkaran, edukasi, dan ekowisata. Faktor yang memengaruhi kepekaan antara lain nilai budaya lokal, edukasi lingkungan, dan peran aktif kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas). Adanya penelitian ini menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, dan integrasi nilai sosial-budaya dalam kebijakan konservasi untuk mendukung pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.
Referensi
Adnyana, I.M. 2016. Peran Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Konservasi Satwa Laut di Bali. Denpasar: Universitas Udayana.
Akbar, F., S. Waspodo., S. Gigentika. 2017. Persepsi Masyarakat terhadap Konservasi dan Pemanfaatan Penyu di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Jurnal Akuatiklestari. 1(1): 1-6.
Ardika, I. W. 2020. Ekowisata dan Pelestarian Penyu di Pulau Serangan. Jurnal Pariwisata Budaya. 15(1): 45-58.
DKP Bali. 2020. Laporan Tahunan Pengawasan Wilayah Pesisir Provinsi Bali. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali.
Fajar, A. 2016. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Penangkaran Penyu di Serangan. Jurnal Konservasi Laut. 8(2): 21-33.
Handadari, A.S.K., T.E.B. Soesilo., Widodo. 2018. Indeks Keberlanjutan Sumber Daya Laut dan Pesisir di Lokasi Reklamasi Teluk Benoa Bali. Jurnal Kelautan Nasional. 13(3): 121-136.
Muharara, C.P., A. Satria. 2018. Analisis Tingkat Berkelanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah berbasis Masyarakat. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. 2(2): 255-
Nampipulu, I.W.K.G., E.T.L Hadjon. 2019. Peranan Desa Adat Serangan dalam Melakukan Perlindungan dan Pelestarian Satwa Penyu. OJS Unud. 10(1): 1-14.
Nurhabiba, F.D., Misdalina., Tanzimah. 2023. Kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam Pembelajaran Berdiferensiasi SD 19 Palembang. Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri. 9(3): 492-504.
Santoso, H., Hestirianoto, T., & Jaya, I. (2021). Sistem pemantauan suhu dan kelembapan pasir sarang penyu menggunakan Arduino Uno. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 9(1), 8-14. https://doi.org/10.14710/jtsiskom.2020.13725
Sari, M.S., M. Zefri. 2019. Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan, dan Pengalaman Pegawai Negeri Sipil beserta Kelompok Masyarakat (Pokmas) terhadap Kualitas Pengelola Dana Kelurahan di Lingkungan Kecamatan Langkapura. Jurnal Ekonomi. 21(3): 308-316.
Setiawan, B. 2019. Penguatan Peran Masyarakat Lokal dalam Konservasi Penyu melalui TCEC Serangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suryawan, I.G.A. 2018. Peran Gender dalam Kegiatan Konservasi di Wilayah Pesisir Bali. Jurnal Sosial dan Lingkungan. 12(3): 77-88
Yuliandari, N.M., I.W. Suardana. 2019. Peningkatan Kesadaran Konservasi Penyu Melalui Edukasi Lingkungan di Pulau Serangan. Jurnal Pendidikan dan Konservasi. 10(1): 89-97